Akathisia

Akathisia, Gangguan Rasa Gelisah Yang Sering Tak Di Sadari

Akathisia Adalah Kondisi Medis Yang Ditandai Dengan Rasa Gelisah Hebat Dan Dorongan Kuat Untuk Terus Bergerak, Terutama Pada Kaki. Penderita akathisia sering kali merasa tidak nyaman saat duduk diam, sehingga harus berjalan mondar-mandir, menggoyangkan kaki, atau sering mengubah posisi tubuh. Kondisi ini bukan sekadar kebiasaan atau kegelisahan biasa, melainkan gangguan neuropsikiatri yang nyata dan dapat sangat mengganggu kualitas hidup.

Akathisia paling sering muncul sebagai efek samping obat, khususnya obat-obatan psikiatri, namun kerap tidak di kenali atau di salahartikan sebagai kecemasan, stres, atau gejala gangguan jiwa lainnya.

Secara etimologis, kata Akathisia berasal dari bahasa Yunani yang berarti “tidak bisa duduk diam”. Kondisi ini pertama kali di jelaskan dalam dunia medis pada awal abad ke-20 dan hingga kini masih menjadi tantangan dalam praktik klinis.

Akathisia di tandai oleh dua komponen utama, yaitu sensasi subjektif berupa rasa gelisah dan tidak nyaman dari dalam tubuh, serta perilaku objektif berupa gerakan berulang atau kebutuhan untuk terus bergerak. Kombinasi keduanya membuat penderita sering merasa tersiksa, bahkan frustasi.

Penyebab Kondisi Ini

Penyebab utama akathisia adalah penggunaan obat tertentu, terutama yang memengaruhi sistem dopamin di otak. Beberapa penyebab yang paling umum meliputi:

  • Obat antipsikotik, terutama generasi lama seperti haloperidol, namun juga bisa terjadi pada antipsikotik generasi baru.
  • Antidepresan, khususnya golongan SSRI dan SNRI pada sebagian pasien.
  • Obat antiemetik (anti-mual) seperti metoklopramid.
  • Penghentian obat secara mendadak, terutama obat yang memengaruhi sistem saraf pusat.
  • Dosis obat yang terlalu tinggi atau peningkatan dosis yang terlalu cepat.

Selain faktor obat, beberapa kondisi neurologis dan gangguan metabolik juga dapat meningkatkan risiko akathisia, meskipun kasusnya lebih jarang.

Gejala Akathisia

Gejala akathisia dapat muncul dalam waktu singkat setelah penggunaan obat, namun ada juga yang berkembang secara bertahap. Beberapa Gejala umum meliputi:

  • Rasa tidak nyaman atau gelisah yang sulit di jelaskan
  • Dorongan kuat untuk bergerak
  • Tidak mampu duduk diam dalam waktu lama
  • Mengayun atau menghentakkan kaki
  • Mondar-mandir tanpa tujuan jelas
  • Ketegangan emosional, mudah marah, atau cemas
  • Kesulitan tidur

Pada kasus berat, Kondisi ini dapat menyebabkan distres psikologis serius, bahkan meningkatkan risiko depresi dan pikiran untuk menyakiti diri sendiri jika tidak di tangani dengan baik.

Jenis-Jenis Akathisia

Kondisi ini dapat di klasifikasikan berdasarkan waktu munculnya, antara lain:

  • Akathisia akut, muncul dalam beberapa hari hingga minggu setelah mulai atau menaikkan dosis obat.
  • subakut, berkembang dalam waktu beberapa minggu.
  • kronis, berlangsung lebih dari enam bulan.
  • tardif, muncul setelah penggunaan obat jangka panjang atau setelah obat dihentikan.
  • Pengenalan jenis Kondisi ini penting untuk menentukan strategi penanganan yang tepat.

Diagnosis Akathisia

Diagnosis Kondisi ini di lakukan melalui evaluasi klinis, termasuk wawancara mendalam mengenai keluhan pasien dan riwayat penggunaan obat. Dokter biasanya menggunakan skala penilaian khusus, seperti Barnes Akathisia Rating Scale, untuk menilai tingkat keparahan.

Karena gejalanya mirip dengan kecemasan, agitasi, atau gangguan psikiatri lain, Kondisi ini sering kali salah diagnosis. Oleh karena itu, penting bagi tenaga medis dan pasien untuk terbuka mengenai semua obat yang sedang atau pernah di konsumsi.

Penanganan dan Pengobatan

Penanganan Kondisi ini bertujuan mengurangi gejala dan mengatasi penyebabnya. Beberapa langkah yang umum dilakukan antara lain:

  • Menurunkan dosis atau mengganti obat penyebab
  • Memberikan beta-blocker seperti propranolol
  • Penggunaan benzodiazepin dalam dosis terbatas
  • Pemberian antikolinergik atau obat tambahan sesuai kondisi pasien
  • Pendekatan terapi harus bersifat individual dan di lakukan di bawah pengawasan dokter.

Dampak Akathisia terhadap Kualitas Hidup

Akathisia bukan hanya masalah fisik, tetapi juga emosional dan sosial. Penderita dapat mengalami gangguan konsentrasi, kesulitan bekerja, serta penurunan kualitas hubungan sosial. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting agar kondisi ini tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.