Angin Kencang

Angin Kencang Terjang Sumbawa Puluhan Rumah Rusak & Roboh

Angin Kencang Akbiat Cuaca Ekstrem Di Sertai Hujan Deras Melanda Wilayah Kabupaten Sumbawa Dan Sekitarnya Pada Januari 2026. Menyebabkan sejumlah rumah warga rusak dan beberapa bangunan roboh. Insiden ini merupakan bagian dari gelombang cuaca buruk yang menerjang provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa hari terakhir.

Angin Kencang yang terjadi di wilayah ini berdampak langsung pada struktur rumah penduduk di beberapa desa. Informasi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat dan laporan warga menyebutkan bahwa dua rumah warga mengalami kerusakan parah hingga roboh. Terutama di area permukiman yang rawan terdampak cuaca ekstrem Angin Kencang. Sementara rumah lainnya mengalami rusak ringan hingga sedang akibat terpaan angin yang kuat.

Perangkat desa juga telah melaporkan kejadian ini kepada Pemerintah Kabupaten Sumbawa dan instansi terkait untuk mendapatkan perhatian dan bantuan lebih lanjut. Warga yang rumahnya rusak kini menunggu evaluasi dari tim penanganan bencana untuk perbaikan lebih permanen.

Peristiwa Robohnya Rumah Warga

Menurut data awal yang di terima, hujan deras yang berlangsung beberapa jam sejak dini hari memicu tumbukan Angin Kencang yang tak terduga. Di Desa Luk, Kecamatan Rhee, pondasi dan tembok salah satu rumah warga ambruk setelah tidak mampu menahan tekanan angin dan curahan air hujan. Kepala Desa Luk mengatakan bahwa kerusakan terjadi sekitar pukul 01.00 WITA, namun tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai jutaan rupiah.

Di lokasi lain, laporan warga dan dokumentasi media sosial menunjukkan beberapa rumah lainnya juga mengalami kerusakan cukup serius. Atap rumah terangkat atau pecah, dinding retak, dan struktur bangunan menjadi tidak stabil setelah diterjang angin yang cukup kuat. Meskipun angka pastinya masih dalam pendataan oleh pihak berwenang, potensi dampak lebih luas masih terus dipantau oleh BPBD setempat.

Cuaca Ekstrem Angin Kencang di Wilayah NTB

Fenomena angin kencang ini bukan kejadian tunggal di Pulau Sumbawa. Sejak beberapa hari lalu, sejumlah daerah di NTB, termasuk Lombok, Sumbawa Barat, dan Kota Mataram, juga menghadapi bencana hidrometeorologi lain seperti banjir dan angin kencang yang menyebabkan kerusakan fisik rumah, tumbangnya pohon, serta gangguan akses jalan. BPBD setempat mencatat kejadian ini sebagai bagian dari cuaca ekstrem yang melanda banyak titik di provinsi tersebut.

BPBD Provinsi NTB mencatat adanya angin kencang di Sumbawa Barat, di mana beberapa rumah warga rusak akibat terpaan angin di sertai hujan dan petir. Selain kerusakan bangunan, pohon tumbang akibat angin kencang juga sempat menghalangi akses jalan, menimbulkan hambatan mobilitas warga. Tim reaksi cepat dari BPBD bersama aparat desa dan masyarakat telah turun ke lokasi untuk melakukan asesmen dampak dan memberikan bantuan awal.

Respons dan Penanganan Darurat

Pihak BPBD bersama dengan dinas terkait dan aparat desa menyatakan telah melakukan langkah awal mitigasi untuk menanggapi bencana tersebut. Evakuasi barang-barang milik warga telah di lakukan, terutama di area rumah yang rusak parah. Bantuan logistik seperti terpal untuk menutup bagian rumah yang rusak serta kebutuhan darurat lainnya di siapkan untuk membantu meringankan beban warga terdampak.

Imbauan Kesiapsiagaan

Pemerintah desa dan BPBD telah mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, terutama selama musim hujan. Cuaca di wilayah Sumbawa dan NTB di perkirakan masih bisa berubah secara cepat. Sehingga kesiapsiagaan warga sangat di perlukan. Perlengkapan darurat seperti senter, obat-obatan, serta persediaan makanan siap saji di anjurkan tersedia di rumah setiap keluarga.

Selain itu, warga di imbau untuk memperkuat struktur rumah, terutama bagi bangunan yang sudah tua atau rapuh. Agar lebih tahan terhadap terpaan angin dan hujan deras. Kolaborasi antara pemerintah desa, BPBD, dan masyarakat setempat di nilai penting untuk memperkuat sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.