Site icon BeritaTV24

Ilmuwan Temukan Gula Baru, Manis Tanpa Lonjakan Insulin

Ilmuwan

Ilmuwan Temukan Gula Baru, Manis Tanpa Lonjakan Insulin

Ilmuwan Berhasil Mengembangkan Gula Alternatif Yang Tetap Terasa Manis Seperti Gula Biasa Namun Tidak Memicu Lonjakan Insulin Dalam Tubuh. Sebuah terobosan yang berpotensi mengubah cara kita mengonsumsi manisan dan produk makanan manis lainnya. Penemuan Ilmuwan ini di nilai penting terutama bagi penderita diabetes, mereka yang berusaha mengendalikan kadar gula darah. Serta masyarakat umum yang semakin sadar akan dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan.

Gula baru ini di kenal sebagai tagatose, sebuah gula langka yang secara alami memang ada di sejumlah produk makanan tertentu, namun selama ini sulit di produksi dalam jumlah besar karena prosesnya belum efisien secara industri. Tagatose memiliki rasa sekitar 92 persen semanis gula meja (sukrosa), tetapi hanya memiliki sekitar sepertiga jumlah kalori gula biasa.

Yang membuat tagatose begitu menarik adalah kemampuan metabolisme tubuh yang berbeda di bandingkan gula biasa. Ilmuwan mengatakan Sebagian besar gula sukrosa dan glukosa di serap cepat di usus kecil dan masuk ke aliran darah. Memicu peningkatan kadar gula dan insulin dengan cepat. Sebaliknya, tagatose hanya sebagian di serap di usus kecil, sementara sisanya di fermentasi oleh bakteri di usus besar. Sehingga tingkat lonjakan glukosa dan insulin jauh lebih rendah.

Penelitian Ilmuwan Awal Menunjukkan Bahwa Tagatose Tidak Memberikan Sumber Makanan Bagi Bakteri Penyebab Gigi Berlubang

Karena karakteristik ini, tagatose berpotensi menjadi opsi pemanis alami yang lebih sehat bagi mereka yang harus memantau kadar gula darah, termasuk penderita diabetes atau mereka yang menghadapi risiko gangguan metabolik. Organisasi seperti FDA (Food and Drug Administration) dan WHO (World Health Organization) menganggap tagatose “umumnya aman untuk di konsumsi”. Sama seperti bahan makanan umum lainnya yang telah lama di gunakan secara luas.

Selain efeknya yang lebih “ramah” terhadap insulin, tagatose juga lebih bersahabat dengan kesehatan mulut di bandingkan gula biasa. Penelitian Ilmuwan Awal Menunjukkan Bahwa Tagatose Tidak Memberikan Sumber Makanan Bagi Bakteri Penyebab Gigi Berlubang. Sehingga bisa membantu mengurangi risiko kerusakan gigi.

Proses Produksi yang Di permudah

Selama bertahun-tahun, salah satu kendala utama untuk mengembangkan tagatose secara komersial adalah produksi yang mahal dan tidak efisien, karena gula ini ada dalam jumlah kecil di alam. Namun, kolaborasi peneliti dari Tufts University dengan perusahaan bioteknologi kini menunjukkan cara baru yang lebih efisien. Mereka memodifikasi bakteri — dalam hal ini E. coli yang di rekayasa. Untuk berfungsi sebagai “pabrik kecil” yang dapat mengubah glukosa menjadi tagatose pada hasil produksi tinggi.

Strategi biomanufaktur baru ini memungkinkan produksi tagatose dengan hasil hingga 95 persen konversi dari glukosa, jauh lebih besar di bandingkan metode sebelumnya yang hanya bisa mencapai sekitar 40–77 persen saja. Tingkat produktivitas ini membuka peluang tagatose di produksi dalam jumlah besar dan harga yang lebih murah, sehingga lebih mudah di akses industri makanan.

Manfaat Kesehatan Lainnya

Selain dampak terhadap insulin dan potensi penurunan kalori, tagatose memiliki manfaat lain yang menarik bagi sektor kesehatan dan makanan fungsional. Karena sebagian besar tidak diserap di usus kecil, tagatose berpotensi berperan sebagai prebiotik alami. Membantu pertumbuhan bakteri baik dalam saluran pencernaan. Ini menunjukkan kemungkinan manfaat kesehatan jangka panjang yang lebih luas. Termasuk mendukung fungsi pencernaan secara keseluruhan.

Tantangan dan Prospek Komersial

Walaupun begitu, masih ada beberapa tantangan sebelum tagatose benar-benar menjadi pemanis massal yang umum di gunakan. Penelitian masih harus memastikan konsumsi dalam jangka panjang aman untuk semua kelompok populasi, termasuk bagi mereka yang memiliki intoleransi terhadap jenis gula tertentu atau masalah pencernaan lainnya.

Para peneliti juga masih berupaya mengoptimalkan proses produksi agar lebih hemat biaya dan ramah lingkungan. Sehingga tagatose dapat di padukan dalam berbagai produk makanan dan minuman tanpa mengorbankan rasa ataupun manfaat kesehatannya.

Exit mobile version