Kanada Hapus Pajak Digital Untuk Trump: Negara Lain Menyusul?

Kanada Hapus Pajak Digital Untuk Trump: Negara Lain Menyusul?

Kanada Hapus Pajak Digital secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan menunda, dan berpotensi membatalkan, penerapan pajak layanan digital (digital services tax atau DST) terhadap raksasa teknologi Amerika Serikat, termasuk perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan mantan Presiden Donald Trump. Keputusan ini menimbulkan perdebatan besar di ranah internasional dan domestik, terutama karena langkah tersebut di anggap menyimpang dari arah kebijakan fiskal progresif yang selama ini di usung pemerintahan Perdana Menteri Justin Trudeau.

Pajak digital awalnya di rancang untuk memastikan bahwa perusahaan teknologi multinasional membayar bagian yang adil atas keuntungan yang mereka peroleh dari pengguna di Kanada. Banyak pihak melihat kebijakan ini sebagai bentuk keadilan fiskal terhadap dominasi raksasa teknologi seperti Google, Amazon, Meta, dan lainnya. Namun, tekanan dari Amerika Serikat, terutama dari kubu politik yang pro-Trump dan bisnis, di nilai sebagai alasan utama pembatalan tersebut.

Namun, pembatalan pajak digital juga menuai kritik tajam dari politisi domestik dan masyarakat sipil. Beberapa anggota parlemen menuduh pemerintah tunduk pada tekanan asing dan mengorbankan potensi pendapatan pajak yang signifikan, yang seharusnya di gunakan untuk pembiayaan publik seperti layanan kesehatan dan pendidikan. Serikat pekerja digital dan LSM lokal juga menyoroti ketimpangan ekonomi digital yang semakin lebar akibat tidak adanya regulasi fiskal yang adil.

Kanada Hapus Pajak Digital, Menteri Keuangan Kanada menyatakan bahwa keputusan ini bersifat sementara dan masih terbuka untuk revisi tergantung hasil negosiasi di forum global, terutama OECD yang sedang merancang kesepakatan pajak digital multilateral. Namun, banyak yang menilai bahwa keputusan ini mencerminkan dominasi kekuatan ekonomi dan politik AS terhadap kebijakan dalam negeri Kanada.

Reaksi Internasional Dari Kanada Hapus Pajak Digital: Akankah Negara Lain Mengikuti Jejak Kanada?

Reaksi Internasional Dari Kanada Hapus Pajak Digital: Akankah Negara Lain Mengikuti Jejak Kanada? untuk mencabut pajak digital atas perusahaan teknologi AS telah memicu diskusi panas di kalangan negara-negara anggota G20 dan OECD. Dalam beberapa minggu terakhir, sejumlah negara Eropa seperti Inggris, Prancis, dan Italia mulai mengkaji ulang kebijakan pajak digital mereka, yang awalnya di rancang untuk menyeimbangkan ketimpangan dalam perpajakan global di sektor teknologi.

Beberapa analis menyebut bahwa langkah Kanada bisa menjadi preseden berbahaya. Jika satu negara maju memilih untuk mundur karena tekanan politik dan ekonomi dari AS, maka negara-negara lain mungkin merasa terdorong untuk mengambil langkah serupa, demi menghindari konflik dagang atau sanksi ekonomi. Hal ini bisa menggagalkan upaya multilateral untuk menciptakan sistem pajak digital yang adil dan transparan.

Namun, tidak semua negara bersikap lunak. Prancis, misalnya, menyatakan bahwa mereka akan tetap memberlakukan pajak digital nasional hingga sistem global di bawah OECD di berlakukan secara menyeluruh. Mereka beralasan bahwa tanpa langkah nasional, perusahaan teknologi raksasa bisa terus menghindari pajak dengan memanfaatkan celah hukum internasional. Menteri Keuangan Prancis menegaskan bahwa kebijakan fiskal negara seharusnya tidak tunduk pada tekanan satu negara pun.

India, Brasil, dan beberapa negara berkembang juga menyuarakan keprihatinan atas sikap Kanada. Mereka menekankan pentingnya kedaulatan fiskal dan menyatakan bahwa pajak digital adalah instrumen penting untuk menyeimbangkan pengaruh ekonomi digital global yang selama ini di dominasi AS. Langkah Kanada di anggap berpotensi melemahkan posisi negosiasi negara-negara non-G7 dalam forum global.

Di sisi lain, Amerika Serikat merespons positif keputusan Kanada. Gedung Putih mengapresiasi langkah tersebut sebagai sinyal positif terhadap hubungan bilateral dan sebagai langkah yang mendukung iklim investasi yang sehat. AS juga mengisyaratkan bahwa negara-negara lain akan mendapatkan “perlakuan preferensial” jika mengikuti pendekatan serupa.

Motif Politik Di Balik Keputusan: Apakah Trump Masih Berpengaruh Di Kanada?

Motif Politik Di Balik Keputusan: Apakah Trump Masih Berpengaruh Di Kanada? bukan lagi Presiden Amerika Serikat, pengaruhnya terhadap kebijakan internasional, khususnya di Kanada, tampaknya masih sangat besar. Banyak analis menilai bahwa pembatalan pajak digital oleh Kanada bukan hanya keputusan ekonomi, melainkan juga bagian dari perhitungan politik global, terutama menjelang pemilu AS 2024 yang di perkirakan akan kembali mempertemukan Trump dan Biden.

Perusahaan-perusahaan teknologi besar yang di anggap dekat dengan kubu Trump di yakini melakukan lobi intensif di Washington agar menekan sekutu-sekutu AS, termasuk Kanada, untuk membatalkan atau menunda pajak digital. Lobi ini tampaknya berhasil, dengan Gedung Putih maupun kongres AS yang bersuara keras terhadap kebijakan fiskal unilateral yang dianggap “mendiskriminasi perusahaan Amerika”.

Hubungan pribadi antara beberapa tokoh politik Kanada dengan jaringan bisnis AS juga disebut-sebut memengaruhi keputusan ini. Tidak sedikit elite bisnis Kanada yang memiliki kepentingan ekonomi di AS dan mengkhawatirkan pembalasan jika pajak digital di berlakukan. Mereka menekan pemerintah Trudeau agar mengambil jalan damai dengan menunda kebijakan tersebut.

Dari sudut pandang oposisi, langkah ini di pandang sebagai bentuk ketundukan Kanada terhadap pengaruh Trumpisme global. Politisi dari Partai Konservatif Kanada bahkan membela keputusan ini dengan argumen pragmatis: lebih baik menjaga hubungan dagang yang stabil daripada memicu perang dagang baru yang bisa merugikan sektor lain seperti otomotif dan pertanian.

Namun kelompok progresif menolak logika tersebut. Mereka menuding pemerintah Trudeau kehilangan keberanian politik untuk menegakkan prinsip keadilan fiskal dan terlalu mementingkan tekanan luar. Banyak aktivis menyebut bahwa pengaruh Trump masih terlalu kuat di sektor kebijakan global, meski dirinya tidak lagi menjabat.

Dampak Jangka Panjang: Siapa Yang Diuntungkan Dan Dirugikan?

Dampak Jangka Panjang: Siapa Yang Diuntungkan Dan Dirugikan? dengan di tundanya kebijakan pajak digital di Kanada, muncul spekulasi besar mengenai dampak jangka panjang terhadap ekosistem ekonomi digital global. Di satu sisi, perusahaan teknologi besar jelas menjadi pihak yang di untungkan secara langsung. Mereka dapat terus mengoperasikan model bisnis lintas negara dengan beban pajak minimal, yang memungkinkan ekspansi agresif tanpa kontribusi signifikan kepada negara tempat pengguna mereka berada.

Namun bagi negara-negara yang berjuang menutup kesenjangan fiskal, keputusan seperti ini merupakan kemunduran besar. Potensi pendapatan dari pajak digital di perkirakan mencapai miliaran dolar per tahun di negara-negara maju. Dan lebih dari itu di negara berkembang dengan pasar digital yang tumbuh cepat. Jika tren pembatalan pajak ini menyebar, negara-negara tersebut akan kehilangan instrumen vital untuk mendanai layanan publik dan infrastruktur digital.

Para pelaku UKM digital lokal juga bisa terdampak. Tanpa kehadiran kebijakan yang merata, perusahaan raksasa global dapat terus mendominasi pasar dan mempersempit ruang usaha lokal. Ketimpangan dalam ekosistem digital semakin melebar, menjauhkan tujuan awal pajak digital: menciptakan kompetisi yang adil.

Dari sisi masyarakat, dampaknya bisa lebih tak terlihat namun tetap signifikan. Pemerintah akan memiliki sumber daya fiskal yang lebih sempit, yang berujung pada pemotongan anggaran sosial, pendidikan, dan kesehatan. Pada akhirnya, masyarakat luas lah yang membayar harga dari kebijakan yang berpihak kepada korporasi besar.

Kesimpulannya, keputusan Kanada untuk menghapus pajak digital bukan hanya soal fiskal. Tetapi menyentuh ranah geopolitik, etika kebijakan, dan masa depan regulasi ekonomi digital dunia. Apakah ini akan jadi awal gelombang baru kebijakan pro-korporasi, atau justru menyulut. Perlawanan global untuk menegakkan keadilan digital—hanya waktu yang bisa menjawabnya dengan Kanada Hapus Pajak Digital.