Mengapa Hercules Makin Aktif Di Era Presiden Prabowo

Mengapa Hercules Makin Aktif Di Era Presiden Prabowo

Mengapa Hercules Makin Aktif Di Era Presiden Prabowoo Subianto Karena Kedekatan Historis Dan Politik Yang Kuat Antara Keduanya. Serta peran strategis yang di miliki Hercules melalui ormasnya, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya. Hubungan keduanya berawal dari masa lalu saat Prabowo masih menjadi perwira Kopassus di Timor Timur. Ketika Prabowo menyelamatkan Hercules dari kecelakaan helikopter yang menyebabkan tangan Hercules di amputasi. Sejak itu, Hercules menunjukkan loyalitas tanpa batas kepada Prabowo. Yang kemudian berlanjut dalam bentuk dukungan politik yang konsisten.

Di era Prabowo sebagai presiden, GRIB Jaya yang di pimpin Hercules semakin menggurita dengan kepengurusan yang tersebar di puluhan kabupaten dan kota di 28 provinsi. Organisasi ini menjadi mesin politik akar rumput yang efektif dalam menggalang dukungan dari kelompok masyarakat marginal. Terutama warga miskin kota dan eks-preman yang menjadi basis massa GRIB. Hercules juga semakin sejahtera dengan di duga memiliki aset di berbagai daerah. Memperkuat posisinya sebagai tokoh yang berpengaruh di lapangan.

Aktivitas Hercules dan GRIB Jaya kerap menjadi sorotan karena keterlibatan mereka dalam berbagai konflik sosial. Seperti bentrokan dengan ormas lain, sengketa lahan, hingga dugaan pemerasan. Meski demikian, kedekatan politik dengan Presiden Prabowo membuat aparat penegak hukum cenderung berhati-hati dalam menindak tegas. Sehingga muncul persepsi bahwa Hercules memiliki kekebalan hukum. Pada Februari 2022. Hercules bahkan di angkat sebagai tenaga ahli di Perusahaan Daerah Pasar Jaya.

Selain itu, Mengapa Hercules aktif di media sosial dan televisi, sering mengomentari isu-isu nasional yang memanas. Seperti kritik terhadap purnawirawan TNI dan polemik politik lainnya. Menunjukkan peranannya yang semakin menonjol dalam dinamika politik Indonesia. Transformasi Hercules dari preman jalanan menjadi tokoh ormas dan politikus akar rumput mencerminkan strategi kekuasaan yang menggabungkan loyalitas personal dengan kekuatan massa di lapangan, menjadikannya kartu politik penting di era pemerintahan Prabowo.

Mengapa Hercules Membayar Loyalitas Lama

Mengapa Hercules Membayar Loyalitas Lama, Hercules Rosario de Marshal semakin aktif di era Presiden Prabowo Subianto karena adanya hubungan historis dan loyalitas yang mendalam antara keduanya yang telah terjalin sejak lama. Hercules mengaku berutang nyawa kepada Prabowo karena saat masih menjadi Tenaga Bantuan Operasi Kopassus di Timor Timur. Prabowo menyelamatkannya setelah kecelakaan helikopter yang membuat tangan Rosario de Marshal harus di amputasi. Sejak itu, Hercules menunjukkan kesetiaan yang tak tergoyahkan kepada Prabowo. Yang kemudian berbuah dalam bentuk dukungan politik melalui ormas yang di pimpinnya, Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya.

Era kepemimpinan Prabowo sebagai presiden menjadi panggung baru bagi Rosario de Marshal untuk mengekspresikan loyalitasnya secara lebih terbuka dan luas. GRIB Jaya yang di pimpin Hercules berkembang menjadi mesin politik akar rumput yang efektif. Mampu menggalang dukungan dari kelompok masyarakat marginal dan eks-preman yang selama ini kurang terwakili dalam politik formal. Organisasi ini konsisten mendukung Prabowo dalam berbagai pemilihan presiden sejak 2014 hingga 2024. Bahkan Hercules menyatakan dukungannya sebagai “harga mati” yang tak bisa di ganggu gugat.

Namun, keaktifan Rosario de Marshal di era Prabowo juga memunculkan kontroversi. GRIB Jaya kerap di kaitkan dengan praktik kekerasan, pemerasan, dan konflik sosial, yang membuat aparat penegak hukum sering ragu menindak tegas. Karena kedekatan politik dengan Presiden Prabowo. Hercules sendiri pernah berurusan dengan hukum, termasuk kasus pemerasan, dan sempat di tangkap oleh aparat kepolisian. Meski demikian, kedekatan politik dan sejarah dengan Prabowo memberikan semacam perlindungan politik yang membuatnya tetap eksis dan berpengaruh.

Dengan demikian, era Prabowo menjadi panggung baru bagi Rosario de Marshal untuk membayar loyalitas lama melalui peran strategisnya dalam jaringan kekuasaan politik. Hercules memanfaatkan kedekatan pribadi dan jaringan massa yang di milikinya untuk memperkuat posisi politik Prabowo. Sekaligus mempertahankan pengaruhnya di kancah politik nasional yang penuh dinamika dan kontroversi.

Dari Oposisi Jalanan Ke Mitra Kekuasaan

Dari Oposisi Jalanan Ke Mitra Kekuasaan, Hercules Rosario de Marshal mengalami transformasi signifikan dari sosok preman jalanan di Tanah Abang menjadi mitra kekuasaan di era Presiden Prabowo Subianto. Awalnya di kenal sebagai penguasa dunia premanisme yang mengendalikan Tanah Abang pada 1990-an, Rosario de Marshal membangun jaringan kekuatan yang kuat melalui aktivitas ilegal dan penguasaan wilayah strategis. Namun, setelah kehilangan dominasi jalanan akibat tekanan aparat dan persaingan kelompok lain. Ia beralih ke jalur yang lebih terorganisir dengan mendirikan ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya pada awal 2010-an.

Hubungan Hercules dengan Prabowo berakar dari masa lalu mereka di Timor Timur. Ketika Rosario de Marshal menjadi Tenaga Bantuan Operasi Kopassus dan Prabowo sebagai perwira Kopassus. Setelah kecelakaan helikopter yang menimpa Hercules, Prabowo-lah yang menyelamatkannya dan membawa Hercules ke Jakarta untuk perawatan, membangun ikatan loyalitas yang kuat dan berkelanjutan. Loyalitas ini kemudian di terjemahkan dalam dukungan politik melalui GRIB yang secara konsisten menggalang massa untuk memenangkan Prabowo dalam berbagai pemilihan presiden sejak 2014.

Di era Prabowo, Hercules dan GRIB tidak hanya menjadi alat mobilisasi massa. Tetapi juga simbol kekuatan politik akar rumput yang memiliki jaringan luas di berbagai daerah. Struktur GRIB yang mirip militer dengan basis anggota mantan preman dan kelompok marginal memperkuat posisi Rosario de Marshal sebagai broker kekuasaan informal.

Kehadiran Rosario de Marshal di lingkaran kekuasaan Prabowo menjadi pisau bermata dua: di satu sisi memperkuat basis politik dengan loyalitas dan mobilisasi massa, di sisi lain menimbulkan risiko konflik sosial dan persepsi kebal hukum akibat ketidaktegasan aparat dalam menindak. Transformasi Hercules dari oposisi jalanan menjadi mitra kekuasaan menunjukkan bagaimana kekuatan informal dan loyalitas personal dapat menjadi pilar penting dalam politik Indonesia kontemporer. Sekaligus menghadirkan tantangan bagi stabilitas dan tata kelola pemerintahan.

Premanisme Yang Terinstitusionalisasi?

Premanisme Yang Terinstitusional?, Hercules Rosario de Marshal, mantan preman Tanah Abang yang kini memimpin ormas Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, mencerminkan fenomena premanisme yang terinstitusionalisasi dalam dinamika kekuasaan informal di era Presiden Prabowo Subianto. Awalnya di kenal sebagai penguasa dunia premanisme di Tanah Abang pada 1990-an. Rosario de Marshal berhasil mengubah basis kekuatan jalanannya menjadi organisasi massa yang terstruktur dan memiliki jaringan luas di seluruh Indonesia. GRIB Jaya yang ia dirikan pada 2012 menjadi alat politik yang efektif dalam memobilisasi massa. Khususnya dari kalangan masyarakat marginal dan eks-preman. Untuk mendukung Prabowo dalam berbagai pemilihan presiden sejak 2014 hingga 2024.

Kedekatan historis Rosario de Marshal dengan Prabowo, yang bermula dari pengalaman bersama saat operasi militer di Timor Timur. Menjadikan hubungan mereka bukan sekadar politik formal, melainkan juga ikatan personal yang kuat. Prabowo bahkan di angkat sebagai Dewan Pembina GRIB, menunjukkan integrasi jaringan informal ini ke dalam struktur kekuasaan politik resmi. Namun, keberadaan GRIB yang kerap terlibat dalam praktik kekerasan, pemerasan, dan konflik sosial. Menimbulkan kontroversi dan kekhawatiran akan keberlanjutan premanisme dalam bentuk yang lebih terorganisir dan berpengaruh secara politik.

Fenomena ini memperlihatkan bagaimana premanisme yang selama ini di anggap sebagai kekuatan jalanan liar. Kini bertransformasi menjadi kekuatan terinstitusionalisasi yang dapat di manfaatkan sebagai alat kekuasaan politik. GRIB dan Rosario de Marshal bukan hanya sekadar organisasi massa biasa, melainkan juga aktor strategis dalam konstelasi politik Indonesia yang mampu mempengaruhi stabilitas sosial dan politik di tingkat akar rumput.

Dengan demikian, Hercules dan GRIB Jaya menjadi contoh nyata bagaimana premanisme dapat terinstitusionalisasi dan berperan sebagai jaringan kekuasaan informal yang kuat di era Prabowo. Sekaligus menghadirkan tantangan serius bagi penegakan hukum dan stabilitas sosial-politik di Indonesia. Inilah beberapa penjelasan yang bisa kamu ketahui mengenai Mengapa Hercules.