Site icon BeritaTV24

Penangkapan Nicolás Maduro Picu Ketegangan Global

Penangkapan Nicolás Maduro Picu Ketegangan Global

Penangkapan Nicolás Maduro Picu Ketegangan Global

Penangkapan Nicolás Maduro, Amerika Serikat menggemparkan dunia setelah meluncurkan operasi militer besar-besaran di Venezuela pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pasukan Amerika Serikat berhasil menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi yang di sebut oleh militer AS sebagai Operation Absolute Resolve.

Operasi ini merupakan intervensi militer paling signifikan yang di lakukan Washington di Amerika Latin dalam beberapa dekade terakhir. Serangan di mulai dini hari dengan serangkaian ledakan di ibukota Caracas dan sejumlah titik strategis lain. Termasuk pangkalan udara dan fasilitas militer Venezuela. Serangan udara dan serangan pasukan khusus di lakukan secara terkoordinasi untuk melumpuhkan pertahanan sebelum tim elit seperti Delta Force mendarat dan mengeksekusi penangkapan.

Menurut laporan resmi dari pihak AS, operasi ini di rencanakan selama berbulan-bulan. Ini termasuk pengumpulan intelijen intensif oleh CIA, pemetaan pola hidup presiden Venezuela, hingga latihan simulasi serupa pangkalan Maduro. Personel dari berbagai cabang angkatan bersenjata AS. Termasuk Angkatan Darat, Marinir, Angkatan Udara, Angkatan Laut, Space Force, serta unit elit seperti Hostage Rescue Team (HRT) dan Delta Force, terlibat dalam misi ini.

Presiden AS Donald Trump secara langsung mengumumkan keberhasilan operasi tersebut lewat platform media sosialnya. Menyebut penangkapan Maduro dan istrinya sebagai kemenangan besar dalam perang melawan narkoterrorisme dan “rezim otoriter”. Foto pertama Maduro yang di borgol di atas kapal perang AS di unggah oleh Trump. Memperlihatkan sang presiden Venezuela dalam kondisi di tahan.

Penangkapan Nicolás Maduro, Maduro dan Flores segera di terbangkan ke New York City, di mana keduanya di hadapkan pada dakwaan federal di pengadilan distrik selatan New York atas tuduhan narkoterrorisme, konspirasi penyelundupan kokain, serta kepemilikan senjata ilegal. Dalam sidang awal mereka mengaku “tidak bersalah” sambil tetap menegaskan statusnya sebagai presiden sah Venezuela.

Rangkaian Peristiwa Dan Reaksi Di Venezuela Selatan Amerika

Rangkaian Peristiwa Dan Reaksi Di Venezuela Selatan Amerika serangan militer AS di Caracas dan sekitarnya tidak hanya berujung pada penangkapan Maduro. Tetapi juga menimbulkan kekacauan yang dramatis di Venezuela. Ledakan-ledakan terdengar di beberapa titik kota utama. Termasuk pangkalan militer dan kompleks pertahanan udara, beberapa jam sebelum pasukan khusus mendarat.

Pemerintah Venezuela merespons dengan mendeklarasikan keadaan darurat nasional dan mobilisasi warga serta militer mereka untuk menghadapi apa yang mereka sebut agresi asing terhadap negara berdaulat. Para pejabat Venezuela. Termasuk Menteri Pertahanan Vladimir Padrino, menuduh aksi militer Amerika untuk menangkap Maduro sebagai tindakan brutal yang menyebabkan banyak korban di kalangan militer dan warga sipil.

Sementara itu, ratusan pendukung Maduro berkumpul di luar Istana Miraflores di Caracas menuntut pembebasan Presiden mereka. Meskipun suasana di ibu kota di laporkan relatif terkendali. Aksi ini mencerminkan keterbelahan politik dan loyalitas di dalam negeri. Di mana sebagian masyarakat Venezuela masih menyokong Maduro dan menolak campur tangan luar.

Kampanye militer AS ini juga di picu oleh tekanan jangka panjang dari pemerintahan Trump terhadap rezim Maduro. Yang telah lama di tuduh AS terlibat dalam perdagangan narkoba besar-besaran ke wilayah Amerika Serikat serta pelanggaran hak asasi manusia dan manipulasi pemilu. Trump menekankan bahwa penangkapan ini merupakan bagian dari upaya untuk menghentikan arus narkotika ke AS dan memberantas rezim yang ia sebut “narco-state”.

Beberapa analis menunjukkan bahwa strategi AS bukan hanya soal hak asasi atau hukum narkoba. Tetapi juga terkait dengan kepentingan geopolitik dan ekonomi global. Termasuk kendali atas sumber daya minyak Venezuela yang besar. Misi ini menandai eskalasi baru dalam hubungan AS. Venezuela yang telah tegang selama bertahun-tahun.

Kontroversi Hukum Internasional Dan Reaksi Dunia

Kontroversi Hukum Internasional Dan Reaksi Dunia operasi militer yang langsung menangkap kepala negara berdaulat di wilayahnya sendiri tanpa mandat resmi dari PBB atau sekutu internasional menjadi sorotan tajam bagi komunitas global. Pakar hukum internasional menyatakan bahwa intervensi semacam ini berpotensi melanggar Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa. Yang secara tegas melarang penggunaan kekuatan lintas batas kecuali dalam konteks pertahanan diri atau jika ada mandat dari Dewan Keamanan PBB.

Sekjen PBB António Guterres menyuarakan kekhawatiran mendalam atas potensi dampak ketidakstabilan lebih luas di Venezuela dan kawasan sekitarnya. Serta implikasi terhadap hukum internasional jika tindakan militer unilateral semacam ini di biarkan sebagai preseden. Banyak negara anggota menegaskan pentingnya mengutamakan dialog damai serta penyelesaian konflik tanpa kekerasan.

Sidang darurat Dewan Keamanan PBB di gelar menyusul perkembangan ini. Di mana negara-negara seperti Rusia, China, Kolombia, dan beberapa negara Eropa mengecam tindakan AS sebagai pelanggaran kedaulatan. Venezuela, melalui duta besarnya, menyebut penangkapan tersebut sebagai “aksi agresi ilegal” dan menuntut pembebasan Maduro serta istrinya.

Sementara itu, Amerika Serikat mempertahankan posisinya. Menyebut operasi tersebut sebagai “surgical law enforcement action” yang sah berdasarkan klaim AS terhadap tuduhan kriminal terhadap Maduro. Pemerintah AS menegaskan bahwa mereka tidak berniat menjajah Venezuela tetapi akan mempertahankan kestabilan sampai transisi pemerintahan yang lebih demokratis dapat terjadi.

Kabar penangkapan ini menyebar cepat ke seluruh dunia dan memicu reaksi beragam. Dari dukungan politik di beberapa kalangan di AS hingga kecaman keras dari banyak negara yang menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan dan hukum internasional.

Reaksi global ini menggarisbawahi ketegangan antara penegakan hukum domestik (AS) dan prinsip kedaulatan negara dalam hukum internasional. Yang tengah di perdebatkan secara intens di banyak forum diplomatik. Kritik tajam dan protes dari beberapa negara menggambarkan risiko politik dan hukum yang besar dari intervensi militer unilateral semacam itu.

Dinamika Politik Dan Masa Depan Venezuela Pasca Penangkapan

Dinamika Politik Dan Masa Depan Venezuela Pasca Penangkapan dengan penangkapan Maduro, masa depan politik Venezuela menjadi sangat tidak pasti. Sesuai konstitusi Venezuela, jabatan presiden akan di ambil alih sementara oleh Wakil Presiden yang tersisa — Delcy Rodríguez. Yang beberapa jam setelah operasi di nyatakan sebagai pelaksana tugas presiden. Langkah ini mencerminkan upaya pemerintah Venezuela untuk mempertahankan struktur pemerintahan nasional meskipun kepala negara sahnya di tahan di luar negeri.

Sementara itu, di pengadilan federal AS di Manhattan, Nicolás Maduro dan Cilia Flores mengajukan pembelaan bahwa mereka tidak bersalah atas dakwaan narkoterrorisme dan konspirasi penyelundupan narkoba. Mereka menyatakan penangkapannya sebagai tindakan ilegal dan akan menantang legalitas pelaksanaan operasi tersebut. Termasuk statusnya sebagai kepala negara yang secara hukum memiliki kekebalan internasional.

Reaksi di kawasan Amerika Latin sangat beragam. Beberapa negara tetangga mengecam keras tindakan AS. Sementara yang lain tetap netral dan menyerukan dialog serta proses hukum yang adil. Kompleksitas geopolitik muncul ketika isu ini di singgung dalam hubungan antara negara-negara besar dunia. Termasuk peran Rusia, China, dan sekutu AS di Eropa serta negara Amerika Latin lainnya.

Selain persoalan politik dan hukum, operasi ini berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi Venezuela secara langsung. Negara yang telah menghadapi krisis ekonomi dan kemanusiaan selama bertahun-tahun kini berada di ambang perubahan rezim dengan implikasi besar bagi kehidupan jutaan rakyatnya. Banyak warga yang khawatir tentang akses terhadap kebutuhan dasar, keamanan, dan arah masa depan politik negara mereka.

Penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh Amerika Serikat melalui operasi Absolute Resolve merupakan peristiwa bersejarah dan kontroversial yang mempertemukan isu hukum internasional, geopolitik, penegakan hukum lintas negara, dan masa depan politik Venezuela. Langkah ini tidak hanya mengguncang Caracas dan Washington. Tetapi juga memicu respons diplomatik global yang intens serta ketidakpastian bagi rakyat Venezuela dan tatanan dunia internasional ke depan Penangkapan Nicolás Maduro.

Exit mobile version