Site icon BeritaTV24

Permen Gummy Bawa Kesuksesan Baru bagi Hershey

Permen Gummy Bawa Kesuksesan Baru bagi Hershey

Permen Gummy Bawa Kesuksesan Baru bagi Hershey

Permen Gummy selama lebih dari satu abad, nama Hershey identik dengan cokelat. Namun dalam beberapa tahun terakhir, raksasa makanan manis asal Amerika Serikat ini mulai mengarahkan perhatiannya ke segmen camilan yang lebih luas — dan salah satu bintang utamanya adalah permen gummy. Pergeseran ini bukan sekadar tren sementara, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk mendiversifikasi pendapatan dan merespons perubahan selera konsumen global.

Peningkatan konsumsi produk berbasis gummy terlihat jelas di pasar Amerika Utara dan Eropa, terutama di kalangan Gen Z dan milenial. Tekstur kenyal, variasi rasa buah, serta daya tarik visual menjadikan gummy lebih dari sekadar permen anak-anak — ia telah berevolusi menjadi bagian dari gaya hidup camilan baru. Hershey, yang selama ini lebih di kenal lewat produk seperti Reese’s dan Hershey’s Milk Chocolate, kini menanamkan investasi besar untuk menguasai segmen ini.

Transformasi Hershey di mulai dengan akuisisi beberapa merek camilan populer. Pada tahun 2021, mereka mengakuisisi Lily’s, pembuat cokelat rendah gula, dan pada 2022 membeli Dot’s Pretzels serta Permen Gummy dengan merek kenamaan seperti Smiles, Joyride, dan BarkThins. Langkah ini mempertegas ambisi Hershey dalam memperluas portofolio produk.

Permen gummy menjadi primadona karena fleksibilitas produksinya. Hershey kini memproduksi varian gummy berlabel bebas gula, mengandung vitamin, hingga versi vegan — mengincar pasar yang lebih sadar kesehatan. Dari sekadar suguhan manis, gummy kini menjadi bagian dari kategori fungsional snack, di mana konsumen membeli bukan hanya untuk rasa, tetapi juga manfaat tambahan.

Permen Gummy dengan keputusan strategis ini sudah mulai membuahkan hasil. Laporan keuangan terakhir menunjukkan pertumbuhan pendapatan di luar lini cokelat melebihi ekspektasi analis. Segmen camilan non-cokelat menyumbang lebih dari 25% pendapatan Hershey secara keseluruhan — naik dari hanya 16% lima tahun sebelumnya. Gummy menjadi katalis perubahan dan menciptakan peluang pertumbuhan jangka panjang yang menjanjikan bagi perusahaan.

Inovasi Dan Riset Rasa: Cara Hershey Menaklukkan Pasar Gummy

Inovasi Dan Riset Rasa: Cara Hershey Menaklukkan Pasar Gummy bukan terjadi secara kebetulan. Di baliknya ada proses riset dan pengembangan yang sangat intensif. Perusahaan mengerahkan tim ahli kuliner dan ilmuwan makanan untuk menciptakan formula rasa yang bisa mencuri perhatian konsumen di berbagai segmen usia. Dari rasa buah tropis hingga campuran asam-manis, Hershey menekankan bahwa setiap varian harus lolos uji coba sensorik yang ketat sebelum di luncurkan.

Laboratorium pengembangan produk Hershey di Pennsylvania kini menjadi pusat inovasi bagi lini gummy. Di sini, tim menciptakan teknologi baru untuk mempertahankan tekstur kenyal namun tidak lengket, rasa intens tanpa bahan tambahan berbahaya, serta kemasan yang lebih ramah lingkungan. Salah satu gebrakan terbarunya adalah “Gummy Boost” — permen gummy dengan kandungan kafein ringan, ditargetkan bagi profesional muda yang ingin menikmati camilan sekaligus mendapat energi tambahan.

Selain itu, tren personalisasi rasa juga di adopsi. Konsumen kini bisa memesan gummy edisi khusus dengan kombinasi rasa dan bentuk unik lewat kanal digital. Hal ini meningkatkan engagement dan memperkuat loyalitas merek, terutama di kalangan pengguna media sosial.

Distribusi juga menjadi fokus utama. Hershey menjalin kemitraan dengan ritel modern, e-commerce, hingga vending machine cerdas di kampus dan kantor untuk memperluas jangkauan produk gummy mereka. Strategi omnichannel ini menciptakan kemudahan akses bagi konsumen, sekaligus memperkuat posisi merek di tengah persaingan ketat dengan produsen seperti Haribo, Trolli, dan Mars.

Dengan pendekatan inovatif, Hershey berhasil menciptakan keunggulan kompetitif. Mereka tidak sekadar menjual permen, tetapi pengalaman baru dalam menikmati camilan. Gummy bukan lagi pelengkap, melainkan menjadi lini produk yang setara pentingnya dengan cokelat klasik perusahaan.

Ekspansi Global Dan Tantangan Regulasi Di Pasar Gummy Internasional

Ekspansi Global Dan Tantangan Regulasi Di Pasar Gummy Internasional di pasar domestik membuat Hershey semakin agresif melirik pasar internasional. Asia Tenggara, Timur Tengah, dan Amerika Latin menjadi wilayah prioritas dalam ekspansi global produk gummy. Namun, tantangan yang dihadapi tidak kecil. Setiap negara memiliki regulasi makanan yang berbeda, terutama terkait pewarna, bahan tambahan, dan sertifikasi halal/kosher.

Di Indonesia dan Malaysia, misalnya, Hershey perlu mengadaptasi resep gummy agar sesuai dengan standar BPOM dan sertifikasi halal dari MUI atau JAKIM. Hal serupa terjadi di Timur Tengah, di mana konsumen sangat sensitif terhadap kandungan gelatin hewani. Untuk mengatasi ini, Hershey memperkenalkan lini gummy berbasis pektin — bahan berbasis tumbuhan yang menggantikan gelatin dari hewan.

Masalah lain yang muncul adalah logistik rantai dingin. Beberapa jenis gummy mudah meleleh di suhu tinggi, sementara pengiriman ke daerah tropis memerlukan sistem pendinginan khusus. Hershey berinvestasi dalam teknologi kemasan tahan panas dan pengawet alami untuk memperpanjang masa simpan gummy tanpa mengorbankan rasa dan tekstur.

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, pasar global tetap menjanjikan. Penjualan gummy di Asia diperkirakan tumbuh sebesar 8% per tahun hingga 2028. Di sinilah Hershey melihat peluang emas — sebagai perusahaan besar dengan kemampuan R&D dan rantai distribusi kuat, mereka mampu menjawab tantangan lokal sambil mempertahankan standar kualitas global.

Dukungan terhadap ekspansi ini juga datang dari konsumen diaspora Amerika di luar negeri, yang mencari produk familiar dari kampung halaman. Hershey memanfaatkan jaringan komunitas tersebut sebagai duta merek alami di pasar baru, mempercepat adopsi produk di berbagai negara.

Dampak Kesuksesan Gummy Terhadap Citra Dan Masa Depan Hershey

Dampak Kesuksesan Gummy Terhadap Citra Dan Masa Depan Hershey ke dalam portofolio utama Hershey membawa dampak besar terhadap citra perusahaan secara keseluruhan. Hershey yang dulu dianggap kuno dan terlalu bergantung pada cokelat, kini dilihat sebagai brand yang inovatif, adaptif, dan relevan dengan tren masa kini. Hal ini memperkuat posisi Hershey di mata investor dan konsumen.

Dari sisi pasar modal, saham Hershey mengalami lonjakan nilai sejak pengumuman kinerja solid dari segmen camilan gummy. Analis menilai bahwa keberhasilan ini bukan hanya dari sisi penjualan, tetapi juga menunjukkan transformasi organisasi yang mampu berinovasi dengan cepat. Investor institusional pun menambah eksposur terhadap saham Hershey, dengan proyeksi pertumbuhan berkelanjutan di luar segmen tradisional.

Di sisi internal, perubahan ini mendorong budaya perusahaan yang lebih dinamis. Karyawan didorong untuk mengambil risiko inovatif dan lebih responsif terhadap masukan pasar. Hershey bahkan membentuk tim khusus yang disebut “Snack Futures Lab”, bertugas mencari ide-ide baru. Dari startup makanan hingga kolaborasi kreatif dengan selebritas dan kreator digital.

Kesuksesan gummy juga membuka jalan bagi Hershey untuk memasuki kategori baru seperti suplemen berbasis gummy. Gummy untuk anak dengan manfaat vitamin, hingga format hybrid seperti “choco-gummy” yang menggabungkan dua dunia camilan dalam satu produk. Inovasi seperti ini menunjukkan bahwa Hershey tak lagi sekadar mengikuti pasar — mereka ikut membentuknya.

Masa depan Hershey terlihat lebih cerah dan berwarna. Permen gummy bukan sekadar produk baru — melainkan lambang dari evolusi perusahaan yang berani meninggalkan zona nyaman dan merangkul perubahan. Jika tren ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Hershey suatu saat akan di kenal bukan hanya. Sebagai perusahaan cokelat terbesar di dunia, tetapi juga sebagai pionir camilan inovatif generasi baru dari Permen Gummy.

Exit mobile version